Saat aku dan Emir sampai dipos satpam menuju cluster perumahanku dengan sebuah sepeda, Emir membunyikan bell sepedanya yang nyaring itu.
"Mari pak!" Kata Emir sambil tersenyum kearah mereka.
"Mari dek Emir!" Kata salah satu dari mereka.
Aku terdiam. Apa tak salah dengar? Emir menyapa pak satpam dan pak satpam ku maksudku cluster perumahanku kenal Emir? Bagaimana bisa!?
Beberapa detik kemudian sepeda yang dikayuh Emir oleng beberapa kali. Emir memberhentikan sepedanya beberapa meter dari pos satpam. Dari pos satpam ini hingga rumahku masih 4blok. Mungkin beberapa ratus meter lagi. Aku turun dari tumpangan disusul dengan Emir. Ia mengecek seluruh bagian sepedanya.
Kalau di film romantis gitu ini adegan paling merusak moment. Ban depan sepeda Emir kempes total. Hmm... Emir memandangku lalu tersenyum, aku membisu melihat senyumnya yang manis itu. Disaat seperti ini dia masih bisa tersenyum? Aku kira dia akan menendang roda sepedanya itu..
"Olah raga ya sekali-kali.." Katanya lalu berjalan mendahuluiku sambil mendorong sepedanya. Aku menyusulnya dari belakang, dengan gerakan cepat tas yang dari tadi menggantung di tanganku sudah beralih di tangan Emir, dia mengantungkannya di stang sepeda.
Hening...