Tampilkan postingan dengan label Take Me Home. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Take Me Home. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 27, 2014

Take Me Home - Two - ELS: Little Things



"Your hand fits in mine
Like it's made just for me
But bear this in mind
It was meant to be.."

 

Sore ini mentari tak lagi memancarkan sinarnya. Awan mendung menyelimuti atmosfer di kota Bandung. Aku duduk sendirian disebuah taman didekat parkir mobil, melihat mahasiswa atau pun mahasiswi berlarian menuju kendaraan masing-masing dan ingin cepat pulang kerumah, supaya mereka tak terkena imbas dari awan hitam ini, hujan. 

Oh ya, aku suka hujan, memberi asupan nutrisi untuk pohon-pohon, tetapi bukan untuk kali ini. Aku resah dengan hujan ini. Sudah hampir dua jam aku duduk terdiam disini menunggu sebuah mobil Porsche berwarna putih menghampiriku dan tiba-tiba seseorang keluar dari mobil itu untuk membukakan pintunya untukku. Tetapi kemana dia?

"Nataline?" dia mendekat kearahku. "Ternyata lo kuliah disini juga?"

Seorang laki-laki dengan kaos merah keluaran bloods dan celana jeans panjang serta tas selempang yang ia gantungkan dibahunya yang bidang menghampiriku. 

Minggu, April 20, 2014

Take Me Home - ONE - ELS: Change My Mind

But baby if you say you want me to stay, I’ll change my mind'Cause I don’t wanna know I’m walking awayIf you’ll be mine


Dinginnya udara pagi ini memaksaku untuk bangun lebih awal dari yang lain. Jarum pendek di dinding menunjukkan pukul 4 pagi. Waktu yang masih pagi untuk beraktivitas ditempat seperti ini. Tempat yang terdapat dipinggir pantai.

Aku menyebakkan selimut dan berdiri mengambil jaketku yang tergantung di tangan kursi. Berlangkah kecil menuju jendela yang menghadap ke pantai secara langsung, melihat langit yang berwarna gelap. Sunrice! Batinku berkata, bahwa sebentar lagi akan muncul matahari dari ufuk timur.

Aku pun keluar dari kamar dan bertemu sebuah lorong menuju lift menuju lantai dasar. Suasana tak kalah sepi. Tak ada yang lalu lalang dilorong ini seorang pun. Aku memencet tombol tanda panah kebawah. Menunggu pintu lift ini terbuka adalah salah satu hal yang membuatku bosan. Aku memutuskan untuk mengeluarkan noteku dan memainkannya.

Ting..

Pintu Lift mulai terbuka sedikit demi sedikit. Aku menemukan seseorang dengan kaos dan jeans pendek, yang selama tiga tahun ini telah menjadi teman, oh bukan. Sahabat sejatiku di SMA.