Esok hari saat matahari terbit, gue terbangun. Tak seperti pagi diharihari sebelumnya. Burung berkicau dan sinar yang menyelip dari tirai menyatakan pagi ini lebih indah dan sangat indah☀ Gue mendengar suara pengorengan. Tak lama membersihkan wajah, gue keluar dari kamar. Melihat emir masak didapur kecil digubuk kita. "Emir? Ngapain?" "Eh maaf, kamu kebangun gara2 aku ya? Maaf banget ya.." Gue mendekati emir. Penasaran dengan makanan yang dibuat emir. "Kamu bikin apa?" "Emmm.. Cuma nasi goreng biasa" "mau aku bantuin?" "Gak usah, kamu duduk aja, bentar lagi udah mau jadi" "bener?" Dia mengangguk. Ya, apaboleh buat. Gue duduk dimeja makan menunggu makanan datang dari prochef. Tiktoktiktok. Akhirnya Emir datang.. Membawa dua buah piring dengan nasi goreng dan telur. "Ini buat kamuu.. Nasi goreng special buat orang yang lebih special!" "Apasih mir.. Pagi2 udh ngegombal aja" kita tertawa dan tersenyum. Sampai akhirnya makanan kita selesai dan dia berbicara sesuatu yang membuat gue terkejut. "Kita balik nanti siang.." "Apa mir? Balik?" "Iya..." Kalimat yang memang gak pengen gue dengar dari kemarin. "Tapi, emang gak bisa diundur besok atau? Lusa?" "Gak bisa, kamukan harus konstrol, kaki kamu itu" "ahhmirrr, please kita nanti besok pagi aja ya baliknya?" "Gak bisa, nanti juga ada yang mau nginep disini juga" pupus harapan gue buat nginep disini lagi. gue berdiri dari kursi "Ya.. Aku beres2 dulu" tapi emir malah mencegah gue dan pegang tangan gue. "tapi kamu gak marahkan?" Kata emir sambil melempar senyuman manisnya. "Aku ikut kamu aja" gue langsung kekamar. Beres2 dan menaruh tas diluar. "Miiiiirrr? Kita balik jamber yaa?" krik... "Miiiirrr?" Krik... "Mir?! Kamu dimana?" Mencari emir dari meja makan, toilet sampai kamarnya. Dia gak ada. Gue duduk diruang tamu, menunggu emir. "Ini anak mulai deh, keluyuran gak jelas! Jahat dia! Gak ngajak aku." Menunggu.. Nunggu.. Lama.. Sampai akhirnya. Suara sepatu melangkah terdengar dan membuka pintu. Wajah gue bosen banget "Kamu kenapa?" G:"ah mir, dicariin kemana2 kamu malah keluyuran" E:"aku kira kamu masih lama" G:"kita balik jamberapa?" E:"1jam lagi kapal berangkat, kita ke jakarta, ke dermaga dulu" dia menjulurkan tangannya. "Mau kemana?" "Ikut aja" gue ikutin apakata emir. Kita berjalan mengelilingi tempat ini. Berdua. Gue yakin gue gak akan pernah ketempat seperti ini lagi. Sampai beberama menit kita lewati kita menaiki kapal yang udh disiapin. Tiba2 ada laki2 gitu deketin kita. Dia julurin handy cam. E:"oh.. Makasih ya!" "Iya.." Dia ngasih handycam gue. Hampir aja handycam gue ketinggalan disini. Soalnya gue lupa asli. Skip. Menikmati indahnya laut selama perjalanan. Sedih rasanya ninggalin tempat itu. Tapi, waktu gak bisa dihentikan.. Sayang ya ;'(
Sampe dermaga kita langsung naik mobilnya emir. E:"langsung balik?" G:"mau kemana lagi emang?" E:"makan siang?" G:"ya.. Deket rumah aja mir"
Mendengar itu, emir langsung mengemudikan mobilnya kesebuah restaurant. Kita lunch.
Skip rumah..
Emir bawain barang gue ke kamar. Sejenak emir istirahat. Mungkin dia kecapean nyetir. Dan akhirnya dia balik.
"Makasih ya kamu.. Udah mau ikut sama aku"
"Kembali kasih juga.. Semua itu keren banget!"
bibir emir nempel dikening gue
":) bye.. Hatihati ya! Besok aku jemput lagi"
"Iya mir ;D"
Sampai akhirnya dia pergi..
Malemnya gue ngecek handycam gue dan itu kece banget fotonyaaa \(´▽`)/ langsung gue masukin ig, tw, fb, dkk~ dan gak lupa gue langsung buat video. Sampai larut malem gue bikin itu video. Jam menunjukan pukul 2pagi. Gue baru upload ke youtube dan tidur..;'O HAHAHA.. Niat.. Banget..Gue.. Yak...
Jumat, April 05, 2013
Selasa, April 02, 2013
Emir Love Story "Tak ada yang Tak Mungkin" Part 30
Waktu menunjukan pukul 3sore. Meskipun kaki masih lumayan sakit kita jalan ke "somewhere over the rainbow" kalo kata emir bilang. Penasaran sih pasti.. Tapi emir mau kasih kejutan apa lagi:$ perjalanan gak jauh menurut gue. Cuma berjalan beberapa menit kita sampe disuatu jembatan yang tinggi dan cantik banget. 'Jembatan Cinta'. Dua kata yang tertulis disuatu papan dekat jembatan tersebut. G:"maksudnya?" E:"kata masyarakat sini.. " Emir menjelaskan panjang lebar tapi gue tetep gak ngerti. G:"masih kurang ngerti mir" E:"hmm" emir mengajak gue melewati jembatan indah ini. E:"singkatnya, orang yang lewat sini pasti mereka bakal jodoh" gue berhenti G:"jodoh? Hahaha. Masih percaya sama gituan mir?" E:"ya.. Mungkin aja bener" G:"emiremir" kata gue sambil gelengin kepala. Yaudah gue menyetujui kita melewati jembatan ini dengan perlahan, santai, hening dan menikmati" emir tiba2 berkata dan kalimat tersebut membuat gue tercengang. Gak percaya emir bakal berkata seperti ini E:"kamu inget waktu kita masih musuhan" maksudnya emir berkata seperti ini apa? Dia mau flashback? Atau apa? G:"I..iya. Aku gak pernah ngira kita bisa kaya gini" E:"tapi sejak awal . . ." G:"pas kamu masih pacaran sama . . Tyas" E:"iya. Pas kamu masuk ke kelas.. Aku udah.." G:"udah apa?" E:"udah suka sama kamu" G:"tapi sayangnya, tyas gak suka sama aku" E:"iya.. Maka dari itu, aku nyari waktu buat mutusin dia" G:"hahaha.. Sadis kau mir" E:"aku memang udah muak dengan tingkah anak itu.." G:"kenapa kamu macarin dia?". E:"dulu dia belom gitu.. " G:"oh.. Kasihan ya.. Udah lama gak ketemu sama dia.. Kangen" E:"hahaha.. Kangen apa? Kangen dimarahin sama dia?" G:"kalo dimarahin sama dia berarti.. Kamu juga sangar sama aku?" E:"gaklah" G:"hm.. Kalau seandainya Tuhan suruh memilih antara aku, tyas, virgin dan mantan2 kamu yang lain" emir dengan cepat membalas E:"pasti aku akan menjawab nama kamu" Gue senyum mendengar kalimat itu keluar dari mulut emir. Dia juga membalas senyuman gue. Andai waktu bisa dihentikan disaat seperti ini.. :'] tapi waktu sudah semakin sore.. Matahari mulai tenggelam. Cahaya lampu terlihat bersinar selama perjalanan menuju gubuk. Indah. Awesome. Sampai gubuk mulai kita berbenah kamar masing2. Gue nanya ke emir
"mir, nanti malem kita kemana?"
"Paling cuma dinner"
"oh.. Oke"
Hmm.. Dinner.. Musti pake baju apa ya yang cocok.. Gue memilih baju diransel. Bermenitmenit gue buangkan hanya untuk memilih pakaian. Akhirnya.. Baju lengan panjang garis biru putih dan celana pendek yang gue pilih. Gak lupa bawa seperangkat jam dan gelang2 di tangan gue. Mungkin saking lamanya emir teriak "udah belom? Udah jam setengah delapan ini!" "Iya mirr.. Bentar lagi" dan.. Gue keluar dari kamar melihat emir berdiri didepan pintu mengenakan celana panjang, kaos berlengan pendek dan bermotif sama persis dengan baju yang sekarang gue pakai. "Hah?" Muka gue langsung berubah terkejut. G:"Kok baju kita.. Emang kita janjian apa?!" E:"gak. Aku gak tau kalo kamu punya baju kaya gitu" G:"ganti baju lagi nih?" E:"jangan! Udah gpp bagus banget! Cocok!" G:"ya udah :|" dengan baju kembar kita berlajan menuju restaurant yang ditunjuk emir untuk dinner kita malem ini. Melihat bangku sepasang berjejer rapih ditempatnya, dengan lilin dan itu romantis banget. Tapi sayangnya udah reserved. Mungkin nanti banyak pasangan yang lebih tua dari kita mau dinner disini juga. Tandanya kita pasangan termuda yang beraniberaninya nginep di pulau ini.. Hanya berdua. kembali mengikuti emir. Kita sampai pada meja bernomer 19. Meja yang sama seperti mejameja lainnya. Kursi, lilin, dan bunga. Yang hanyalah sebuah secarik kertas yang terikat pada bunga mawar tersebut. Kita duduk. satu persatu makanan keluar. Akhirnya desert. Perlahan menunyah makanan di first dinner with emir. So romantic dan wonderful♥ habislah makanan didepan kita. Perlahan memegang setangkai bunga itu dan membacanya. "I'm yours, now, tomorrow and forever" membuat pipi gue kemerahan. Dia tau semua tentang gue. Dia tau gimana buat gue seneng. Dia tau harus berbuat apa saat gue down. Dia tau bagaimana membuat acara yang seindah ini. Dia, tau caranya membuat jantung seseorang berdetak tak terkendali. "I Love You" -emir. "Mir:'>" gue bawa bunga itu dan selalu gue pegang. "You make me fell better. I Love You Too!" Saling berpandangan dan tangan kita gak bisa lepas. Dunia seakan milik kita berdua. berdetikdetik, bermenitmenit, berjamjam, berharihari, bahkan berbulanbulan kita bersama.. Gak nyangka sama sekali emir bakal seromantis ini. Awalnya gue kira emir adalah sosok orang yang keras, sombong, dan gak perhatian sama sekali. Tapi semuanya itu salah! Semua udah berubah! Memang sesuatu yang mustahil awalnya untuk merubah seseorang yang awalnya buruk sekalipun. Tapi seburukburuknya dia, seanehanehnya dia, pasti suatu saat dia akan berubah! Dia akan penuh dengan perhatian, kasih sayang, dan cinta kasih. Semua ini membuktikan bahwa cinta itu mengubah segalanya. Tak ada yang tak mungkin di dunia yang seperti ini...
"mir, nanti malem kita kemana?"
"Paling cuma dinner"
"oh.. Oke"
Hmm.. Dinner.. Musti pake baju apa ya yang cocok.. Gue memilih baju diransel. Bermenitmenit gue buangkan hanya untuk memilih pakaian. Akhirnya.. Baju lengan panjang garis biru putih dan celana pendek yang gue pilih. Gak lupa bawa seperangkat jam dan gelang2 di tangan gue. Mungkin saking lamanya emir teriak "udah belom? Udah jam setengah delapan ini!" "Iya mirr.. Bentar lagi" dan.. Gue keluar dari kamar melihat emir berdiri didepan pintu mengenakan celana panjang, kaos berlengan pendek dan bermotif sama persis dengan baju yang sekarang gue pakai. "Hah?" Muka gue langsung berubah terkejut. G:"Kok baju kita.. Emang kita janjian apa?!" E:"gak. Aku gak tau kalo kamu punya baju kaya gitu" G:"ganti baju lagi nih?" E:"jangan! Udah gpp bagus banget! Cocok!" G:"ya udah :|" dengan baju kembar kita berlajan menuju restaurant yang ditunjuk emir untuk dinner kita malem ini. Melihat bangku sepasang berjejer rapih ditempatnya, dengan lilin dan itu romantis banget. Tapi sayangnya udah reserved. Mungkin nanti banyak pasangan yang lebih tua dari kita mau dinner disini juga. Tandanya kita pasangan termuda yang beraniberaninya nginep di pulau ini.. Hanya berdua. kembali mengikuti emir. Kita sampai pada meja bernomer 19. Meja yang sama seperti mejameja lainnya. Kursi, lilin, dan bunga. Yang hanyalah sebuah secarik kertas yang terikat pada bunga mawar tersebut. Kita duduk. satu persatu makanan keluar. Akhirnya desert. Perlahan menunyah makanan di first dinner with emir. So romantic dan wonderful♥ habislah makanan didepan kita. Perlahan memegang setangkai bunga itu dan membacanya. "I'm yours, now, tomorrow and forever" membuat pipi gue kemerahan. Dia tau semua tentang gue. Dia tau gimana buat gue seneng. Dia tau harus berbuat apa saat gue down. Dia tau bagaimana membuat acara yang seindah ini. Dia, tau caranya membuat jantung seseorang berdetak tak terkendali. "I Love You" -emir. "Mir:'>" gue bawa bunga itu dan selalu gue pegang. "You make me fell better. I Love You Too!" Saling berpandangan dan tangan kita gak bisa lepas. Dunia seakan milik kita berdua. berdetikdetik, bermenitmenit, berjamjam, berharihari, bahkan berbulanbulan kita bersama.. Gak nyangka sama sekali emir bakal seromantis ini. Awalnya gue kira emir adalah sosok orang yang keras, sombong, dan gak perhatian sama sekali. Tapi semuanya itu salah! Semua udah berubah! Memang sesuatu yang mustahil awalnya untuk merubah seseorang yang awalnya buruk sekalipun. Tapi seburukburuknya dia, seanehanehnya dia, pasti suatu saat dia akan berubah! Dia akan penuh dengan perhatian, kasih sayang, dan cinta kasih. Semua ini membuktikan bahwa cinta itu mengubah segalanya. Tak ada yang tak mungkin di dunia yang seperti ini...
Senin, April 01, 2013
LIST Emir Love Story
Ada beberapa Emir Love Story (ELS) yang udah dishare di blog ini dari tahun 2012. Di post kali ini admin bukan mau share isi ELS-nya satu-satu tapi admin share link ELS-nya.. Kalau ada dari kalian yang ketinggalan atau belum baca sama sekali bisa klik ya :)
Senin, Maret 11, 2013
"Love Act" - Fan Fiction Emir Mahira
"Love, it never happens like You think it really should"
Sudah 5 tahun Sivia pacaran
dengan Emir. Waktu yang cukup lama. Tapi 2 tahun terakhir, Emir harus pindah
rumahnya ke kota metropolitan yang sangat besar, Jakarta. Sebaliknya, Sivia
tinggal disebuah desa kecil didekat Yogyakarta. Jauh jarak yang memisahkan mereka.
Untungnya, Emir masih ingat dengan Sivia disini. Emir sering memberitahukan
kabarnya, dan memberikan banyak informasi dari Jakarta. Mereka baru bertemu
2kali sejak Emir meninggalkan Sivia. Itu saja mereka hanya bertemu sebentar.
Sejak saat itu, Emir dan keluarganya berubah menjadi keluarga sibuk.
Jumat, Maret 01, 2013
Emir Love Story "Tak ada yang Tak Mungkin" Part 29
"KRINGKRING! KRINGKRING! KRINGKRING!" Hening.. "KRINGKRING! KRINGKRING!" G:"haaahh siapa sih nelpon!" Tidur.. "KRINGKRING! KRINGKRING! KRING.." Gue stengah sadar nyari hp. Di home screen tertulis 'mahira' dan jam menunjukkan pukul 04:05 G:"emir? Pagi2 gini?" Gue mencet tombol telfon merah. kembali tidur. "KRINGKRING! KRINGKRING! KRINGKRING!" G:"MAHIRAAAA ! GUE MAU TIDOOORRR" setelah gue berpikir. Antara angkat dan tidak. Gue putuskan angkat. E:"hai.. Selamat pagi!" G:"mirr! Ngapain telepon pagi2? Ngantukkk" E:"maaf kalau aku ganggu tidur kamu" G:"iyaiya". E:"kamu siap2 bawa baju secukupnya aja ya! Pake ransel juga gpp" mendengar kalimat tersebut banyak pertanyaan yang muncul diotak gue G:"NGAPAIN? KEMANA? BERAPA LAMA? SAMA SIAPA?" E:"udah. Pertanyaannya disempen dulu. Nanti aku jemput jam enam" G:"hah? Kamu serius?" E:"iya" G:"mir, aku nanyanya gak bercanda loh" E:"iya, aku juga" G:"mir......" E:"kamu percaya sama aku?" G:"I..iy..ya.." E:"yaudah. Jangan lupa loh ya jam enam. See you babe" telpon ditutup.
Terus sekarang gue harus ngapain? Gue percaya sepenuhnya sama emir? Tapi gue gak mau ngecewain emir.. Tapi masa berdua? Aaaaaaaaaaaa (۳`̩ Д`̩ )۳
Hening sejenak..
Tapi, gue percaya sama Emir. Dia pengertian. Dia tau gue yang sebenarnya. Dia ada buat gue. Dan gue harus ada buat dia.
OK. Fix. Gue percaya sepenuhnya sama emir.
Gue langsung ambil ransel, masukin baju2 secukupnya dan bawa handy cam + pangeran gue- beruang. Skip jam 5.34 gue udah siap. Sepatu converse, celana panjang, kaos, ransel dan gak lupa hp. gue turun kebawah. Mbak:"non, mau kemana?" G:"gak tau mbak" Mbak:"loh? Dianter siapa? Pak rusdinya masih tidur" G:"gakusah mbak, aku sama emir" Mbak:"oh.. Mau sarapan dulu non?" G:"iyadeh.. Eh! Tapi.. Aku aja mbak yang masak" Mbak:"jangan non, nanti mbak dimarahin nyonya" G:"gak aku bilangin kok! Udah tenang" Mbak:"tapi ati2 ya non" G:"iya mbak" gue kedapur. Manasin air, terus gue masukin sosis yg udh gue potong. Gorang telor dadar. Dan dua cangkir hot chocolate. Gue tata rapi dimeja tamu menunggu emir. Pukul 5.59 ada suara mobil yg berenti didepan rumah. Gak beberapa lama ada yang ketok2. G:"pasti.." Iya bener, emir. Gue luat emir dari ujung kaki sampe ujung rambut berjambul dia. E:"kenapa? Ayo!" G:"eh mir, ini ada sarapan" E:"gak usah nanti telat" "ini buatan aku loh.." Kata gue sambil masang muka melas. Emir cuma memandang mata gue. Dia luluh lanta.. Ha.. Akhirnya dia duduk didepan gue.. 1piring berdua.. Kita mulai makan G:"maaf ya kalau makanannya sederhana banget" dia cuma membalas senyuman khasnya yang manis. Hening.. Hening.. Hening.. Breakfast yang sepi.. Tapi, dipiring tinggal tersisa 2pcs sosis. Satu diambil emir pake garpu, satu gue ambil. Emir nyodorin garpunya. E:"A.." Dengan senang hati gue buka mulut. Suapan pertama emir buat gue.. ;$ gue lakukan hal yang sama ke emir. Gue pelan2 ngunyahnya.. Merasakan enaknya disuapin sama seseorang yang gue sayangi<3
Emir segera bediri. E:"yok! Waktu berjalan gak bakal nungguin kita!" Dia ngambil ransel gue. Emir segera pergi ke mobil. Gue dibelakangnya. Hening sejenak. G:"mir.." E:"apa? Udah ayo masuk" G:"ini mobil siapa?" E:"udah masuk aja" G:"yang nyetir siapa?" E:"orang yang ada di depan kamu sekarang" jantungan gue. Mobil juke putih di samping gue dan sementara emir di hadapan gue. Dia bukain pintu mobil sambil ngulurin tangannya E:"silahkan masuk nyonya.." G:":$" gue masuk dan emir nyusul.
Didalem mobil. Emir julurin sebuah kain hitam. E:"pake ini dulu ya" G:"wha'?!" E:"udah pake aja" G:"buat apa?" E:"aku punya sesuatu buat kamu" G:"kamu bercanda?" E:"gaklah" G:"terus mau kemana?" E:"udah ikut aja" gue diem. Emir makein kain itu dan mobil segera berangkat. Lagu2 slow mulai terdengar. Mobil melaju dengan sangat cepat. G:"mir, hati2ya" E:"ya" berjamjam.. Dijalan. Gue ketiduran. Skip. E:"pagi! Bangun-bangun!" G:"hah..." Gue mencium bau amis dan mendengar suara ombak yang pecah. G:"kita udah sampai?" E:"sedikit lagi" G:"kita mau kemana lagi?" E:"somewhere awesome" G:"ah mir. Serius" E:"pokonya nanti aku bakal ngebimbing kamu jalan. Tapi kamu harus percaya sama aku. Kalo gak, kita gak bakal sampe tujuan" G:"ya mir" gue turun dari mobil, gue Pegang tangan emir dengan erat, karena tempat gue berpijak kali ini licin banget! Semakin lama gue jalan semakin terdengar suara ombak. E:"sekarang kamu naik tangga 3langkah" G:"ya.." E:"tangga satu.. Dua..tiga.." G:"udah sampe?" E:"belom, sekarang tangganya abis, kaki kiri langkah ke depan" gue turtin kata emir. G:"didepan gak ada pijakan mir" E:"turunin lagi.. Nah! Sekarang yang kanan" gue rasa gue berdiri disuatu papan atau plastik yg mengambang dilaut. Emir ikut naik. Gue dibawa kesuatu ruangan ber-ac yang sepi. Dan gue disuruh duduk. E:"kamu tunggu disini dulu ya" tapi gue gak mau ngelepasin tangan gue dari emir G:"kamu mau kemana?" E:"bentar, nanti aku balik" gue ngelepasin tangan emir, terdengar suara pintu terbuka dan sepertinya emir keluar. Gue meraba apa yang ada disekitar gue. Kursi lembut dan kaca. Itu aja. Menitmenit berlalu.. Suara mesin terdengar. Gue rasa yang gue tumpangi ini berjalan. Iya! Bener, kendaraan ini berjalan! Emir mana? Dia kemana? Katanya mau balik?Dia bohong! Jangan2 dia emang bermaksud ninggalin gue!
Tapi.. Disisi lain
Gak. Gak mungkin! Emir gak akan setega itu sama gue. Dia sayang sama gue..
Pintu terbuka. "Maaf, lama ya?" G:"emir?" Dia mendekati dan duduk disebelah gue. "Iya.." Gue pegang tangan emir G:"kita dimana? Mau kemana?" Dia diem.. G:"emirrrr gitukan kamu. Jangan ngacangin aku gitu" dia gak nyaut. Gue lepasin tangan gue dan menjauh dari dia. Hening.. Mata gue panas. Gak bisa ketahan. Air mata gue jatuh. Harusnya tadi gue gak nurutin kata emir. Suara tangisan gue mulai terdengar. "Kenapa nangis? Aku gak bakal bawa kamu kemana2. Aku cuma mau kamu bahagia." G:"be..bener?" "Iya.. Aku sayang kamu" G:"*senyumkecil*..." "5menit lagi kita sampe" ada sedikit kebahagiaan dalam hati gue.. Degdegdegdeg. Emir mau ngasih kejutan apa ya? Skip. Suara mesin berhenti, begitupun dengan kapalnya. Suara pintu terdengar. telapak kaki mulai mendekati kita. "Selamat pagi pak! Kapal sudah sampai" "ya.. Makasih banyak" "sama-sama" telapak kaki itu keluar. "Ayo keluar" G:"I..iya.. mir" gue dituntun emir keluar dari ruangan itu, suara ombak dan amis kembali datang. Akhirnya Gue meninjakan kaki di lantai. "Pintu masuk didepan itu ya pak" "iya, nanti barangnya langsung taruh di gubuk" "baik pak" sedikit percakapan yg bisa gue dengar dari Emir dan orang lain. emir mendekati gue lagi dan menuntun ke suatu tempat berpasir. "Sedikit lagi.. Sip." G:"kita udah sampe?" "Iya bener!" G:"buka ya?" "Ya.. Tapi.." G:"apa?" "Aku bukain" emir mulai bukain penutup mata gue yang dari tadi dipasang. Samar2 akhirnya gue membuka mata. Melihat sekeliling gue, kiri kanan.. Bawah dan.. Atas. Deg. Deg. Deg. Deg. Melongo dan cuma bisa mangap. Sedikit gak percaya. G:"emir mahira...? Kamu bawa aku ke.. Ke.. Ke.." E:"kamu bisa baca kan? :)" G:"bi..bi..sa.." E:":)" G:"pu..pu.." Gagap asli. aaahhhhh gilaa<33333 G:"pu..pu..pu..la..u" E:"pulau...?" Dan ada tulisan "SELAMAT DATANG DI.." G:"emir... Aku... Gak.. Nyangka.."
"SELAMAT DATANG DI PULAU TIDUNG" gue meluk emirrrr sekeraskerasnyaaaaaaaa<3333 emirrrr ternyata kamuuuu<33333 G:"emirrrr;'D kamuuu" E:"ini belum seberapa babe" G:"lalu..?" E:"masih rahasia.. Kita ke gubuk dulu ya! *ngeliatjam* masih 1jam lagi" G:"iya mirr.." Kita menyusuri jalan menuju gubuk. Yang ada dipikiran gue itu gubuk yang dipake sama pengemis gitu ya.. Ternyata..... Gubuk itu rumah yg dibikin jadul gitu dari kayu. Persis di depan pantai! Emirrr;O kita masuk, dalemnya bagus asli. Ada 2 kamar, ruang tv, toilet, dapur kecil, dan teras. Karena masih satu jam lagi, gue memilih kamar yang paling depan sementara emir dibelakang. Gue masuk dan bongkar tas+ganti baju. Gue keluar kamar pake celana pendek item+ucansee+converse+kacamata hitam+topi+handy cam. gue sapa emir yang lagi diteras. "Ayo mir! Aku udah siap!" Pas emir liat kearah gue... Deng... Dia diem.. Ngeliat gue dari bawah ampe atas. G:"Kenapa? Ada yang salah?" E:"eng.. enggak..ya..ya..ayo.." G:"kok jadi gagap gitu. Baju aku ada yang salah?" E:"u..udah.. bagus.. Baget..!" G:"ayoolah! Waktu gak akan nungguin kita!" E:"I..iya.. A..ku..gan..ti..ba..ju..du..lu..ya.." G:"ya.." Emir masuk ke gubuk. Gue gantian duduk diteras. G:"emir aneh ¬_¬" skip. Pintu gubuk kebuka. Emir keluar, pake kaos tanpa lengan sama celana boxer+kacamata hitam aaaaaaa<3G:"._." E:"kenapa? Ada yang salah?" G:"eng..enggak.." E:"yaudah ayo kita lunch dulu" G:"I..iya mir.." Emir julurin tangannya G:"ta..tapi. Boleh gak aku minta satu permintaan?" E:"apa?" G:"kan aku bawa handy cam, boleh bikin video gak?" E:"boleh aja" G:"berdua ya?" E:"berdua?!" G:"I..iya.." Emir berpikir.. G:"permintaan aku cuma satu kok.." E:"hmm..." G:"boleh ya mir.. Kenangkenangan mir.. Ya.." E:"gimana ya. Aku gak terlalu suka" G:"boleh ya mas emir.. " E:"ya.. Yaudah" G:"yeeyyy!! :D :*" E:"kalau berdua berarti harus ada yang ngerekam?" G:"ohyaya.-." E:"yaudah nanti minta tolong bapak yang tadi aja" G:"nah :D ayo ke papan tulisan yang didepan tadi! Yang ada tulisan selamat datang! :D" E:"ya.." Gue narik tangan emir dan lari ke depan. E:"sabar eh" *didepan* *siapsiaptake* "oke. Siap ya.. Satu dua.. Tiga!"
G:"haihaihai! Good morning! Selamat pagi! Kita lagi ada di..." E:"pulau tidung!" G:"disini panas banget asli.. Tapi pasti nanti bakal seru banget! Yagak?" E:"iyalah.. Siapa dulu yang ngajak.." G:"uhukk. Uhuk. Uhuk.. Telinga gue gue rebus!*tenggelem*" E:".." G:"oke sippp! Matiin ya pak! ;D" E:"kok bentar?" G:"ya.. Nanti diedit" E:"oh.." Kita kembali melanjutkan perjalanan.. Gue tetep merekam. Apapun itu gue rekam emir yang lagi jalan, pemandangan pantai, apapun tiu termasuk kaki gue dan kaki emir juga ikut direkam... Sambil nyorot2 gak jelas gitu gue ngoceh. G:"kita lagi jalan mau lunch dulu sebelum main air. Oia ini hotel kita..*nyorotin gubuk*" E:"gubuk ya gubuk.. Bukan hotel" G:"oia gubuk! Ya buat tidur ini termasuk enak banget ya.." Skip lunch. Handycam gue taro di meja depan supaya bisa ngerekam. Gue mesen nasi goreng seafood, emir migorengseafood. Serba seafood. Sambil makan sambil bercanda.. Gak jarang kita tukeran makanan sabil suapmenyuap.. ;3 sampai makanan habis emir gak tau kalo direkam.. -_- ya bagus lah.. Sip. Kita siap2 ke tempat snorkeling. "Ya.. Sekarang saya, *namakamu* dan.." E:"PIIIP. Nama disamarkan" "eeee.. Maaf, sekarang dia lagi malumalu kucing. Biasanya over capacity PDnya.." E:"-_-" gue rekam pemandangan pantai siang panas gini. Persiapan selama satu jam. Hal apa yg boleh dan tidak kita lakukan.. Skip. Udah pake baju snorkeling.
Suasana udah gak terlalu panas, tetapi juga gak mendung.. Gue naik kapal bareng mahira<3 pasdi jalan ada masmas seumuran kita gitu nyamperin "mau ngerekam ya?" Gue sama emir binggung. "saya bisa ngerekamin" gue makin bingung. E:"iya mas" "saya rekamin aja, biar kalian gak ke ganggu" E:"maaf, mas siapa ya?" "Saya anak yang punya kapal ini. Itu ayah saya" E:"oh.." Emir ngeliat ke arah gue. E:"berapa mas?" "Terserah.. Sukarela juga gapapa" E:"sampe sore nanti bisa?" "Bisa" emir mau. Tapi gue gak. Gue berbisik ke emir "yakin mir? Nanti handycam aku ilang gimana" E:"hm... Mas tapi aman ya" "tenang! Pasti aman" E:"ya..yaudah" G:"mir" E:"biar gak keganggu beb" G:"tapi:s" E:"kalo ilang aku yang tanggung jawab" G:"yaudah lah.." E:"ini mas handycamnya. Tinggal mencet ini aja" "oke siap. Oia nanti yang kamera air juga saya pinjamin". G:"bisa ngerekam?" "Mungkin bisa" E:"yaudah sama itu ya" "baik" dia pergi. G:"sip" E:"udah tenang" G:"tapi.. Gak aman kayanya" E:"lagian kalo dia kabur mau kemana juga. Inikan dikapal" G:"oiaya.." Kita sampe dan bersiap nyelem. Sebenernya gue sangat amat takut dengan ikan dilaut. Soalnya yang ada dikepala gue ikan hiu dan paus coba. Emir pertama nyebur. Dia nunggu gue dibawah. G:"mir takut" E:"takut apa? Kan ada aku" G:"pokonya takut" E:"ayo sini" G:"iya sabar ya" gue mulai bersiap nyebur. *byuuur* emir langsung megang gue supaya gue stabil. E:"gak takutkan" G:"iyasih.. Aku kira airnya panas, eh dingin banget" E:"masa air laut panas, gimanasih kamu". G:"hehehe" kita dan gerombolan yg lain mulai menyusuri lautan. Asli bagus abis. Gue sama emir selalu berdua dan ngasih makan ikan yang kecilkecil itu berdua juga. Puas main sama ikan ditempat itu kita otw ke tempat lain. Tanpa sadar gue sama emir sibuk berdua. Sampe2 ngabaikan kata pelatih disana. Kita langsung nyebur. Gue rasa ini ombaknya lebih kuat dari yang tadi. Ya kita tetep aja berdua. Kita naik ke kapal paling akhir karena kita paling jauh dari org2. Gue keatas.. Baru emir. Gue merasakan sakit parah dikaki. Pas gue cek.. Kaki gue besot dimana2. Gak cuma kaki, ternyata tangan gue juga kena. G:"mir ada obat merah?" E:"buat apa?" G:"kaki aku" E:"gak punya. Aku coba tanya masmasnya aja ya" emir kembali dan langsung ngobatin. G:"perihhmirrr, pelan" E:"iya ini pelan" G:":"/" setelah itu dia duduk disebelah gue. E:"paling bentar lagi juga sembuh" G:"semoga :'/" E:"yang penting happykan beb" G:"iyaaa;') keyenn ikanikannya" E:"hahahaha" G:"terumbukarangnya jugaaa" E:"iya.." G:";-) oia habis sini kita kemana?" E:"somewhere over the rainbow" G:"cool;O" E:"before that, we'll go to the home and take a bath" G:"okeyy". Sip.
To be continue~
Terus sekarang gue harus ngapain? Gue percaya sepenuhnya sama emir? Tapi gue gak mau ngecewain emir.. Tapi masa berdua? Aaaaaaaaaaaa (۳`̩ Д`̩ )۳
Hening sejenak..
Tapi, gue percaya sama Emir. Dia pengertian. Dia tau gue yang sebenarnya. Dia ada buat gue. Dan gue harus ada buat dia.
OK. Fix. Gue percaya sepenuhnya sama emir.
Gue langsung ambil ransel, masukin baju2 secukupnya dan bawa handy cam + pangeran gue- beruang. Skip jam 5.34 gue udah siap. Sepatu converse, celana panjang, kaos, ransel dan gak lupa hp. gue turun kebawah. Mbak:"non, mau kemana?" G:"gak tau mbak" Mbak:"loh? Dianter siapa? Pak rusdinya masih tidur" G:"gakusah mbak, aku sama emir" Mbak:"oh.. Mau sarapan dulu non?" G:"iyadeh.. Eh! Tapi.. Aku aja mbak yang masak" Mbak:"jangan non, nanti mbak dimarahin nyonya" G:"gak aku bilangin kok! Udah tenang" Mbak:"tapi ati2 ya non" G:"iya mbak" gue kedapur. Manasin air, terus gue masukin sosis yg udh gue potong. Gorang telor dadar. Dan dua cangkir hot chocolate. Gue tata rapi dimeja tamu menunggu emir. Pukul 5.59 ada suara mobil yg berenti didepan rumah. Gak beberapa lama ada yang ketok2. G:"pasti.." Iya bener, emir. Gue luat emir dari ujung kaki sampe ujung rambut berjambul dia. E:"kenapa? Ayo!" G:"eh mir, ini ada sarapan" E:"gak usah nanti telat" "ini buatan aku loh.." Kata gue sambil masang muka melas. Emir cuma memandang mata gue. Dia luluh lanta.. Ha.. Akhirnya dia duduk didepan gue.. 1piring berdua.. Kita mulai makan G:"maaf ya kalau makanannya sederhana banget" dia cuma membalas senyuman khasnya yang manis. Hening.. Hening.. Hening.. Breakfast yang sepi.. Tapi, dipiring tinggal tersisa 2pcs sosis. Satu diambil emir pake garpu, satu gue ambil. Emir nyodorin garpunya. E:"A.." Dengan senang hati gue buka mulut. Suapan pertama emir buat gue.. ;$ gue lakukan hal yang sama ke emir. Gue pelan2 ngunyahnya.. Merasakan enaknya disuapin sama seseorang yang gue sayangi<3
Emir segera bediri. E:"yok! Waktu berjalan gak bakal nungguin kita!" Dia ngambil ransel gue. Emir segera pergi ke mobil. Gue dibelakangnya. Hening sejenak. G:"mir.." E:"apa? Udah ayo masuk" G:"ini mobil siapa?" E:"udah masuk aja" G:"yang nyetir siapa?" E:"orang yang ada di depan kamu sekarang" jantungan gue. Mobil juke putih di samping gue dan sementara emir di hadapan gue. Dia bukain pintu mobil sambil ngulurin tangannya E:"silahkan masuk nyonya.." G:":$" gue masuk dan emir nyusul.
Didalem mobil. Emir julurin sebuah kain hitam. E:"pake ini dulu ya" G:"wha'?!" E:"udah pake aja" G:"buat apa?" E:"aku punya sesuatu buat kamu" G:"kamu bercanda?" E:"gaklah" G:"terus mau kemana?" E:"udah ikut aja" gue diem. Emir makein kain itu dan mobil segera berangkat. Lagu2 slow mulai terdengar. Mobil melaju dengan sangat cepat. G:"mir, hati2ya" E:"ya" berjamjam.. Dijalan. Gue ketiduran. Skip. E:"pagi! Bangun-bangun!" G:"hah..." Gue mencium bau amis dan mendengar suara ombak yang pecah. G:"kita udah sampai?" E:"sedikit lagi" G:"kita mau kemana lagi?" E:"somewhere awesome" G:"ah mir. Serius" E:"pokonya nanti aku bakal ngebimbing kamu jalan. Tapi kamu harus percaya sama aku. Kalo gak, kita gak bakal sampe tujuan" G:"ya mir" gue turun dari mobil, gue Pegang tangan emir dengan erat, karena tempat gue berpijak kali ini licin banget! Semakin lama gue jalan semakin terdengar suara ombak. E:"sekarang kamu naik tangga 3langkah" G:"ya.." E:"tangga satu.. Dua..tiga.." G:"udah sampe?" E:"belom, sekarang tangganya abis, kaki kiri langkah ke depan" gue turtin kata emir. G:"didepan gak ada pijakan mir" E:"turunin lagi.. Nah! Sekarang yang kanan" gue rasa gue berdiri disuatu papan atau plastik yg mengambang dilaut. Emir ikut naik. Gue dibawa kesuatu ruangan ber-ac yang sepi. Dan gue disuruh duduk. E:"kamu tunggu disini dulu ya" tapi gue gak mau ngelepasin tangan gue dari emir G:"kamu mau kemana?" E:"bentar, nanti aku balik" gue ngelepasin tangan emir, terdengar suara pintu terbuka dan sepertinya emir keluar. Gue meraba apa yang ada disekitar gue. Kursi lembut dan kaca. Itu aja. Menitmenit berlalu.. Suara mesin terdengar. Gue rasa yang gue tumpangi ini berjalan. Iya! Bener, kendaraan ini berjalan! Emir mana? Dia kemana? Katanya mau balik?Dia bohong! Jangan2 dia emang bermaksud ninggalin gue!
Tapi.. Disisi lain
Gak. Gak mungkin! Emir gak akan setega itu sama gue. Dia sayang sama gue..
Pintu terbuka. "Maaf, lama ya?" G:"emir?" Dia mendekati dan duduk disebelah gue. "Iya.." Gue pegang tangan emir G:"kita dimana? Mau kemana?" Dia diem.. G:"emirrrr gitukan kamu. Jangan ngacangin aku gitu" dia gak nyaut. Gue lepasin tangan gue dan menjauh dari dia. Hening.. Mata gue panas. Gak bisa ketahan. Air mata gue jatuh. Harusnya tadi gue gak nurutin kata emir. Suara tangisan gue mulai terdengar. "Kenapa nangis? Aku gak bakal bawa kamu kemana2. Aku cuma mau kamu bahagia." G:"be..bener?" "Iya.. Aku sayang kamu" G:"*senyumkecil*..." "5menit lagi kita sampe" ada sedikit kebahagiaan dalam hati gue.. Degdegdegdeg. Emir mau ngasih kejutan apa ya? Skip. Suara mesin berhenti, begitupun dengan kapalnya. Suara pintu terdengar. telapak kaki mulai mendekati kita. "Selamat pagi pak! Kapal sudah sampai" "ya.. Makasih banyak" "sama-sama" telapak kaki itu keluar. "Ayo keluar" G:"I..iya.. mir" gue dituntun emir keluar dari ruangan itu, suara ombak dan amis kembali datang. Akhirnya Gue meninjakan kaki di lantai. "Pintu masuk didepan itu ya pak" "iya, nanti barangnya langsung taruh di gubuk" "baik pak" sedikit percakapan yg bisa gue dengar dari Emir dan orang lain. emir mendekati gue lagi dan menuntun ke suatu tempat berpasir. "Sedikit lagi.. Sip." G:"kita udah sampe?" "Iya bener!" G:"buka ya?" "Ya.. Tapi.." G:"apa?" "Aku bukain" emir mulai bukain penutup mata gue yang dari tadi dipasang. Samar2 akhirnya gue membuka mata. Melihat sekeliling gue, kiri kanan.. Bawah dan.. Atas. Deg. Deg. Deg. Deg. Melongo dan cuma bisa mangap. Sedikit gak percaya. G:"emir mahira...? Kamu bawa aku ke.. Ke.. Ke.." E:"kamu bisa baca kan? :)" G:"bi..bi..sa.." E:":)" G:"pu..pu.." Gagap asli. aaahhhhh gilaa<33333 G:"pu..pu..pu..la..u" E:"pulau...?" Dan ada tulisan "SELAMAT DATANG DI.." G:"emir... Aku... Gak.. Nyangka.."
"SELAMAT DATANG DI PULAU TIDUNG" gue meluk emirrrr sekeraskerasnyaaaaaaaa<3333 emirrrr ternyata kamuuuu<33333 G:"emirrrr;'D kamuuu" E:"ini belum seberapa babe" G:"lalu..?" E:"masih rahasia.. Kita ke gubuk dulu ya! *ngeliatjam* masih 1jam lagi" G:"iya mirr.." Kita menyusuri jalan menuju gubuk. Yang ada dipikiran gue itu gubuk yang dipake sama pengemis gitu ya.. Ternyata..... Gubuk itu rumah yg dibikin jadul gitu dari kayu. Persis di depan pantai! Emirrr;O kita masuk, dalemnya bagus asli. Ada 2 kamar, ruang tv, toilet, dapur kecil, dan teras. Karena masih satu jam lagi, gue memilih kamar yang paling depan sementara emir dibelakang. Gue masuk dan bongkar tas+ganti baju. Gue keluar kamar pake celana pendek item+ucansee+converse+kacamata hitam+topi+handy cam. gue sapa emir yang lagi diteras. "Ayo mir! Aku udah siap!" Pas emir liat kearah gue... Deng... Dia diem.. Ngeliat gue dari bawah ampe atas. G:"Kenapa? Ada yang salah?" E:"eng.. enggak..ya..ya..ayo.." G:"kok jadi gagap gitu. Baju aku ada yang salah?" E:"u..udah.. bagus.. Baget..!" G:"ayoolah! Waktu gak akan nungguin kita!" E:"I..iya.. A..ku..gan..ti..ba..ju..du..lu..ya.." G:"ya.." Emir masuk ke gubuk. Gue gantian duduk diteras. G:"emir aneh ¬_¬" skip. Pintu gubuk kebuka. Emir keluar, pake kaos tanpa lengan sama celana boxer+kacamata hitam aaaaaaa<3G:"._." E:"kenapa? Ada yang salah?" G:"eng..enggak.." E:"yaudah ayo kita lunch dulu" G:"I..iya mir.." Emir julurin tangannya G:"ta..tapi. Boleh gak aku minta satu permintaan?" E:"apa?" G:"kan aku bawa handy cam, boleh bikin video gak?" E:"boleh aja" G:"berdua ya?" E:"berdua?!" G:"I..iya.." Emir berpikir.. G:"permintaan aku cuma satu kok.." E:"hmm..." G:"boleh ya mir.. Kenangkenangan mir.. Ya.." E:"gimana ya. Aku gak terlalu suka" G:"boleh ya mas emir.. " E:"ya.. Yaudah" G:"yeeyyy!! :D :*" E:"kalau berdua berarti harus ada yang ngerekam?" G:"ohyaya.-." E:"yaudah nanti minta tolong bapak yang tadi aja" G:"nah :D ayo ke papan tulisan yang didepan tadi! Yang ada tulisan selamat datang! :D" E:"ya.." Gue narik tangan emir dan lari ke depan. E:"sabar eh" *didepan* *siapsiaptake* "oke. Siap ya.. Satu dua.. Tiga!"
G:"haihaihai! Good morning! Selamat pagi! Kita lagi ada di..." E:"pulau tidung!" G:"disini panas banget asli.. Tapi pasti nanti bakal seru banget! Yagak?" E:"iyalah.. Siapa dulu yang ngajak.." G:"uhukk. Uhuk. Uhuk.. Telinga gue gue rebus!*tenggelem*" E:".." G:"oke sippp! Matiin ya pak! ;D" E:"kok bentar?" G:"ya.. Nanti diedit" E:"oh.." Kita kembali melanjutkan perjalanan.. Gue tetep merekam. Apapun itu gue rekam emir yang lagi jalan, pemandangan pantai, apapun tiu termasuk kaki gue dan kaki emir juga ikut direkam... Sambil nyorot2 gak jelas gitu gue ngoceh. G:"kita lagi jalan mau lunch dulu sebelum main air. Oia ini hotel kita..*nyorotin gubuk*" E:"gubuk ya gubuk.. Bukan hotel" G:"oia gubuk! Ya buat tidur ini termasuk enak banget ya.." Skip lunch. Handycam gue taro di meja depan supaya bisa ngerekam. Gue mesen nasi goreng seafood, emir migorengseafood. Serba seafood. Sambil makan sambil bercanda.. Gak jarang kita tukeran makanan sabil suapmenyuap.. ;3 sampai makanan habis emir gak tau kalo direkam.. -_- ya bagus lah.. Sip. Kita siap2 ke tempat snorkeling. "Ya.. Sekarang saya, *namakamu* dan.." E:"PIIIP. Nama disamarkan" "eeee.. Maaf, sekarang dia lagi malumalu kucing. Biasanya over capacity PDnya.." E:"-_-" gue rekam pemandangan pantai siang panas gini. Persiapan selama satu jam. Hal apa yg boleh dan tidak kita lakukan.. Skip. Udah pake baju snorkeling.
Suasana udah gak terlalu panas, tetapi juga gak mendung.. Gue naik kapal bareng mahira<3 pasdi jalan ada masmas seumuran kita gitu nyamperin "mau ngerekam ya?" Gue sama emir binggung. "saya bisa ngerekamin" gue makin bingung. E:"iya mas" "saya rekamin aja, biar kalian gak ke ganggu" E:"maaf, mas siapa ya?" "Saya anak yang punya kapal ini. Itu ayah saya" E:"oh.." Emir ngeliat ke arah gue. E:"berapa mas?" "Terserah.. Sukarela juga gapapa" E:"sampe sore nanti bisa?" "Bisa" emir mau. Tapi gue gak. Gue berbisik ke emir "yakin mir? Nanti handycam aku ilang gimana" E:"hm... Mas tapi aman ya" "tenang! Pasti aman" E:"ya..yaudah" G:"mir" E:"biar gak keganggu beb" G:"tapi:s" E:"kalo ilang aku yang tanggung jawab" G:"yaudah lah.." E:"ini mas handycamnya. Tinggal mencet ini aja" "oke siap. Oia nanti yang kamera air juga saya pinjamin". G:"bisa ngerekam?" "Mungkin bisa" E:"yaudah sama itu ya" "baik" dia pergi. G:"sip" E:"udah tenang" G:"tapi.. Gak aman kayanya" E:"lagian kalo dia kabur mau kemana juga. Inikan dikapal" G:"oiaya.." Kita sampe dan bersiap nyelem. Sebenernya gue sangat amat takut dengan ikan dilaut. Soalnya yang ada dikepala gue ikan hiu dan paus coba. Emir pertama nyebur. Dia nunggu gue dibawah. G:"mir takut" E:"takut apa? Kan ada aku" G:"pokonya takut" E:"ayo sini" G:"iya sabar ya" gue mulai bersiap nyebur. *byuuur* emir langsung megang gue supaya gue stabil. E:"gak takutkan" G:"iyasih.. Aku kira airnya panas, eh dingin banget" E:"masa air laut panas, gimanasih kamu". G:"hehehe" kita dan gerombolan yg lain mulai menyusuri lautan. Asli bagus abis. Gue sama emir selalu berdua dan ngasih makan ikan yang kecilkecil itu berdua juga. Puas main sama ikan ditempat itu kita otw ke tempat lain. Tanpa sadar gue sama emir sibuk berdua. Sampe2 ngabaikan kata pelatih disana. Kita langsung nyebur. Gue rasa ini ombaknya lebih kuat dari yang tadi. Ya kita tetep aja berdua. Kita naik ke kapal paling akhir karena kita paling jauh dari org2. Gue keatas.. Baru emir. Gue merasakan sakit parah dikaki. Pas gue cek.. Kaki gue besot dimana2. Gak cuma kaki, ternyata tangan gue juga kena. G:"mir ada obat merah?" E:"buat apa?" G:"kaki aku" E:"gak punya. Aku coba tanya masmasnya aja ya" emir kembali dan langsung ngobatin. G:"perihhmirrr, pelan" E:"iya ini pelan" G:":"/" setelah itu dia duduk disebelah gue. E:"paling bentar lagi juga sembuh" G:"semoga :'/" E:"yang penting happykan beb" G:"iyaaa;') keyenn ikanikannya" E:"hahahaha" G:"terumbukarangnya jugaaa" E:"iya.." G:";-) oia habis sini kita kemana?" E:"somewhere over the rainbow" G:"cool;O" E:"before that, we'll go to the home and take a bath" G:"okeyy". Sip.
To be continue~
Langganan:
Postingan (Atom)