"Huaaaah!"
Aku menggerakan badan dan membenarkan posisi menjadi bersandar di kepala tempat tidur yang suangaat nyaman ini. Sial. Jam berapa ini?!
Tidak ada jam didinding, tak ada jam dimana pun! Kenapa dunia ku selalu buta akan jam. Aku merogoh tas ransel untuk mengambil iphone. And. Its dead.
Aku memberanikan diri untuk turun dari tempat tidur, membuka pintu kamar dan hei. Ada empat pintu yang sama seperti kamarku dan Tante Pal belum menjelaskannya kemarin. Sepertinya. Aku kembali mengumpulkan keberanian berjalan menyusuri tangga turun. Gelap. Hanya terdapat beberapa lampu di sudut ruangan ini. Tak ada tanda-tanda kehidupan dilantai ini. Tapi sepertinya aku mendengar sesuatu.
Langkahku terus berjalan mendekati sumber suara dan akhirnya aku menemukan pusat suara dan cahaya dari televisi yang masih menyala , sendiri. Tak ada orang di sofa. Beberapa bantal terletak dilantai. Sebuah selimut yang tergulung asal diatas sofa. Dan film yang terus berputar. Sekarang aku telah duduk manis ditengah sofa yang berhadapan lurus dengan televisi itu, menikmati tontonan yang entah mengapa menjadi sedikit seram karena suara yang ditimbulkannya dan juga layar televisi yang menyorot ruangan gelap gulita sama seperti rumah ini. Hm. Horror movie? Aku mencoba menyenderkan punggu dan membiarkan kedua kaki berada dibawah meja tak terlalu tinggi antara ku dengan televisi yang tertempel di dinding.
Alah gelap terus! Mana ceritanya!
Gini doang mah, gue juga bisa bikin film horor!
Rugi ni nonton.
Tanganku mencoba meraih remot diatas meja, nihil. Aku mecoba dengan kedua kakiku yang seperti capit. Membuat remote jatuh dibawah meja. Dengan berat hati aku harus meninggalkan posisi wenak ini.
"AAAAAaAAAAAaAAaAaaa"
JEDUG!
Syit.
Benjol dah pala berbi.